ARTIKEL

Mengenal Sosok Tokoh wayang, Semar


 Rabu, 18 November 2015 


Mengenal Sosok Tokoh wayang, Semar

Wayang merupakan salah Satu Produk Budaya Yang Dimiliki Oleh Indonesia. Dalam Buku Tentang Seni, Tradisi, Masyarakat Oleh Umar Khayam. Umar Khayam Menjelaskan Bahwa Wayang Merupakan Hasil Budaya Yang Lama Mengakar Dari Masyarakat Jawa Dari Masa Lalu. Memiliki Fungsi Sosial Sebagai Media Pemersatu.

Wayang Merupakan Hasil Ciptaan Kolektif (pada Mahabharata Dan Ramayana) Dan Sebagai Pegangan Kehidupan Dari Jawa. Wayang Adalah Warisan Budaya Leluhur Yang Telah Bertahan Selama Berabad-abad. Wayang Mengalami Perkembangan Dan Perubahan Dalam Bentuk, Hingga Sekarang. Dalam Pertunjukan Wayang Para Penonton Mendapatkan Berbagai Pengetahuan, Filsafat Hidup Dan Nilai-nilai Budaya Dari Berbagai Unsur Seni Yang Terintegrasi Dalam Seni Pedalangan Ini.

Salah Satu Karakter Dalam Wayang Adalah Semar. Semar Adalah Karakter Yang Sangat Misterius, Seperti Namanya Semar Merupakan Tetua Punakawan. Punakawan Yang Terdiri Dari Semar, Gareng, Petruk Dan Bagong. Pertunjukan Wayang Punakawan Adalah Hasil Dari Pengolahan Seniman Jawa. Hal Ini Telah Ada Semenjak Hidupnya Mpu Panuluh Kediri Abad XII, Penyair Kerajaan (tahun 1188) Adalah Orang Yang Pertama Kali Menunjukkan Karakter Dalam Literatur Gubahannya, Punakawan Ghatotkaca Sraya. Tokoh Semar Juga Hadir Tahun 1370.

Semar Dan Tokoh Punakawan Lainnya Adalah Produk Asli Indonesia. Tokoh Punakawan Tidak Akan Ditemukan Di Ramayana Dan Mahabharata. Kata Punakawan Berasal Dari Kata "puna" Yang Berarti Benar Atau Bijaksana Dan Kawan Dari Kata "teman" Yang Berarti Teman. Jadi "Punakawan" Berarti Teman-teman Yang Bijaksana.

Keberadaan Punakawan Tidak Hanya Dapat Berparodi Lucu,namun Juga Menghibur Prajurit Dan Meredakan Ketegangan. Dalam Kisah Wayang, Mereka Memainkan Karakter Utama. Semar Seringkali Diceritakan Sebagai Tokoh Utama. Semar Dalam Lagu Diilustrasikan Dalam Nyanyian ‘Pocung’.

Menurut Franz Magnis Suseno Dalam Wayang, Semar Dan Punakawan Lainnya Melambangkan Orang Jawa. Semar Itu Akan Muncul Dalam Pemahaman Yang Kuat Dan Mendalam Diantara Manyarakat Jawa, Karena Mereka Berbeda, Sebab Mereka Adalah Orang-orang Yang Tinggal Dari Lingkungan Yang Bukan Dari Istana Sehingga Memberikan Kearifan Masyarakat Jawa.

Semar Memiliki Sikap “tanpa Pamrih, Rame Ing Gawe” (tidak Mengharapkan Pamrih, Agresif Dalam Pekerjaan) Yang Dilakukan Dengan Sempurna. Sebagai Manusia Ia Sepenuhnya Bebas Dari Kepentingan Pribadi.

Semar Diakui Sebagai Simbol Kedaulatan Wayang. Semar Ada Di Sepanjang Zaman. Semar Melayani Arjuna, Patih Sumantri, Rama, Pandu, Pandawa Bahkan Sebagai Anak Abimanyu Dan Gatotkaca Pandawa. Demikian Pula Ada Orang-orang Dari Semua Waktu, Siapa Pun Pemimpin Pasti Ada Yang Melayani Untuk Memberikan Yang Terbaik Bagi Masyarakat. Dalam Sejarah Manusia, Tidak Ada Negara Yang Tidak Memiliki Masyarakat Untuk Dipimpin. Rakyat Memegang Kekuasaan Tertinggi Dalam Suatu Negara. Posisi Semar Sebagai Symbol Yang Telah Mengilhami Sepanjang Zaman Menemani Para Pemimpin Untuk Memimpin. 

sumber Ilustrasi